KARIMUN, kabarfaktual.id – Masalah defisit listrik yang selama ini menghantui Kabupaten Karimun segera mendapatkan solusi jangka panjang. Perusahaan asal Belanda, PT Outline Dutch Core (ODC Energy), resmi menyatakan ketertarikannya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan teknologi inovatif di Bumi Berazam.
Proyek strategis ini rencananya akan berlokasi di Danau Sentani, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing. Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi PLTS Floating System (sistem terapung) pertama dan satu-satunya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Perwakilan ODC Energy, Said Fhazli, S.Si., M.Sc., mengungkapkan bahwa keseriusan perusahaan dibuktikan dengan kehadiran langsung Direktur ODC Energy, Mr. Jan Hankerma, dan tim Engineering, Mr. Willem, ke Karimun. Pihaknya juga berencana mengusulkan proyek ini agar masuk ke dalam Program Strategis Nasional (PSN) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penyediaan energi hingga 100 GW.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Berdasarkan data awal, kami sangat tertarik berinvestasi di Karimun. Kami akan bekerja sama erat dengan BP Karimun dan Pemkab Karimun. Terkait nilai investasi, akan kami hitung dan sampaikan setelah pertemuan resmi dengan Bupati Karimun,” ujar Said, Sabtu (16/05/2026).
Said juga menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memberikan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat melalui penyerapan tenaga kerja lokal serta transfer teknologi secara berkala melalui pelatihan-pelatihan khusus.
Direktur Perizinan dan Pemasaran Badan Pengusahaan (BP) Karimun, Henry Aris Bawole, S.I.Kom., menyambut baik rencana investasi energi terbarukan ini. Ia menegaskan BP Karimun siap memberikan karpet merah dan bertindak sebagai jembatan untuk mempermudah operasional ODC Energy di wilayah tersebut.
Henry menjelaskan bahwa proyek PLTS ini sangat berpotensi menyerap alokasi energi terbarukan yang telah ditargetkan oleh pemerintah pusat untuk daerah, sekaligus mengoptimalkan infrastruktur kelistrikan swasta yang sudah ada.
”Untuk Wilayah Kepri sendiri, kita mendapatkan alokasi kuota sebesar 38,4 MW dari total 100 GW Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto. Kami tentu berharap dan mendorong agar Kabupaten Karimun, khususnya wilayah Pulau Karimun Besar, dapat menjadi prioritas utama dalam penyerapan kuota tersebut guna menuntaskan persoalan krisis daya listrik secara permanen,” tegas Henry.
Lebih lanjut, Henry memaparkan langkah strategis yang akan diambil oleh BP Karimun untuk memaksimalkan potensi investasi hijau ini di sektor industri.
”Selain itu, kami dari BP Karimun juga akan menjembatani bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki Wilayah Usaha atau Wilus (Private Power Utility/IUPTLU) agar bisa bekerja sama dengan ODC Energy dalam mengatasi masalah daya listrik. Sehingga, kehadiran ODC Energy ini nantinya dapat menjadi mitra strategis bagi PT Soma Daya Utama dan Karimun Power Plant yang sudah lebih dulu ada di Karimun,” tambah Henry.
Menurut Henry, dengan adanya kepastian pasokan listrik dari ODC Energy yang bersinergi dengan pemegang Wilus lokal, iklim investasi di Kabupaten Karimun akan semakin matang. Ketersediaan daya yang stabil dan bersih (green energy) akan menjadi magnet kuat bagi para investor asing untuk menanamkan modalnya di Karimun tanpa perlu mengkhawatirkan kendala kelistrikan lagi. (RC)






