KARIMUN, kabarfaktual.id – Suasana Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, berubah menjadi duka mendalam. Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di sekitar Tugu MTQ pada Minggu (19/04/2026), yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan maut tersebut melibatkan satu unit minibus Toyota Avanza dengan nomor polisi BP 1442 YK yang menabrak sejumlah sepeda motor serta pejalan kaki di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, minibus tersebut melaju dari arah Hotel 21. Setibanya di area Tugu MTQ, kendaraan tiba-tiba hilang kendali ke sisi kiri jalan, lalu menabrak barisan sepeda motor yang sedang terparkir dan mengenai beberapa orang yang berada di sekitar area tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kanit Gakkum Satlantas Polres Karimun, Ipda Suratno, mengonfirmasi bahwa korban merupakan satu keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan dua orang anak.

”Benar, korban merupakan satu keluarga. Dalam peristiwa ini, satu orang dinyatakan meninggal dunia dengan inisial Li (35), berjenis kelamin perempuan,” ujar Ipda Suratno.
Diketahui, pengemudi minibus tersebut bukanlah warga asli Karimun, melainkan seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang kapalnya sedang melakukan docking di salah satu perusahaan di Karimun.
Tragedi ini memicu reaksi keras dari anggota DPRD Kabupaten Karimun sekaligus menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem, Abdul Manaf. Ia menyatakan duka cita yang mendalam bagi keluarga korban dan meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam.
”Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga diberikan kekuatan,” ucap Manaf.
Manaf menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten Karimun terkait penerapan Car Free Day di Coastal Area. Ia menilai, aspek keamanan masyarakat saat CFD masih sangat lemah karena kendaraan bermotor masih bisa melintas di area yang seharusnya steril.
Abdul Manaf meminta pemerintah untuk mengkaji ulang regulasi CFD agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Menurutnya, keselamatan masyarakat yang berolahraga harus menjadi prioritas utama.
”Kami dari Fraksi NasDem meminta pemerintah dalam penerapan CFD jangan setengah-setengah. Area CFD di Coastal Area harus diperpanjang dan benar-benar steril dari kendaraan bermotor selama kegiatan berlangsung,” tegas Manaf.
Ia menambahkan, sterilisasi total jalan selama jam CFD sangat penting agar masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman, tenang, dan nyaman tanpa dihantui risiko kecelakaan lalu lintas. (RC)









