Karimun – Pihak keluarga NK mendatangi Mapolres Karimun pada Senin (29/12/2025) untuk mengawal perkembangan penyelidikan kasus dugaan penipuan, pemerasan, dan pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum anggota LSM berinisial AIT alias TB.
Kedatangan pihak keluarga di ruang Sat Intelkam Mapolres Karimun bertujuan untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan sesuai prosedur yang berlaku.
Keluarga Apresiasi Kinerja Polisi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan keluarga pelapor, Zuhdiono, menjelaskan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk komitmen pihak keluarga dalam mengawal kasus ini hingga tuntas. Meskipun pihak pelapor berhalangan hadir, pihak keluarga terus berkoordinasi dengan kepolisian.
“Kami sudah bertemu dengan Kasat Intelkam. Mereka menjelaskan bahwa laporan kami sedang diproses. Kami mengapresiasi langkah penyelidikan yang sedang berjalan dan akan terus mengawal perkembangannya,” ujar Zuhdiono kepada awak media.
Terkait bukti-bukti yang beredar, Zuhdiono mengonfirmasi bahwa foto bukti transfer sejumlah uang dari korban NK kepada terlapor AIT telah dilampirkan sebagai barang bukti resmi dalam laporan kepolisian.
Update Penyelidikan: Polisi Periksa Sejumlah Saksi
Sementara menurut Kasat Reskrim AKP Denny Hartanto melalui Kasi Humas IPTU Jordan Manurung membenarkan bahwa laporan tersebut kini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Karimun. Saat ini, pihak penyidik fokus melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk memperkuat konstruksi kasus.
“Laporannya sudah masuk ke Satreskrim dan sedang dilakukan penyelidikan. Kami tengah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi,” jelas IPTU Jordan.
Ia menambahkan, terdapat kendala teknis dalam pemanggilan saksi karena beberapa di antaranya berada di luar daerah.
“Ada tiga saksi yang sudah kami panggil, salah satunya pengacara berinisial R. Namun, yang bersangkutan belum bisa hadir karena posisi masih di luar Kabupaten Karimun,” tambahnya.
Syarat Penetapan Tersangka
Pihak kepolisian menegaskan bahwa untuk meningkatkan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan, serta menetapkan tersangka, diperlukan minimal dua alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan hukum.
“Kami harus mengumpulkan minimal dua alat bukti terlebih dahulu sebelum melangkah ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka,” tutup Jordan.
Kasus yang menyeret oknum LSM ini menarik perhatian publik di Karimun, mengingat adanya dugaan tindak pidana berlapis yang merugikan korban secara materiil maupun psikis. (RC)







