Karimun – Pemerintah Kabupaten Karimun menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan nasional. Langkah nyata ini dibuktikan dengan kesiapan pemerintah daerah untuk menghibahkan lahan demi memperkuat ketahanan pangan di wilayah perbatasan.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas tiga hektare yang akan dihibahkan untuk pembangunan gudang Bulog. Proyek ini diharapkan dapat segera terealisasi pada tahun ini guna menjamin stabilitas stok beras bagi masyarakat di pulau-pulau.
“Saya sudah sampaikan langsung kepada Menteri Pertanian saat kunjungan beliau ke Karimun. Kami sangat berkomitmen mendukung program swasembada beras agar manfaatnya dapat dijangkau dan dinikmati langsung oleh masyarakat di wilayah kepulauan,” ujar Bupati Iskandarsyah menanggapi kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Senin (19/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati menambahkan bahwa kunjungan Menteri Pertanian tersebut bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan pangan di daerah perbatasan tetap aman. Mengingat Indonesia telah menggaungkan keberhasilan swasembada pangan di tingkat internasional hingga ke forum PBB, maka wilayah perbatasan seperti Karimun menjadi fokus utama penguatan stok nasional.
Selain sektor beras, sektor perkebunan dan peternakan juga menjadi perhatian serius. Menteri Pertanian mendorong Kabupaten Karimun untuk menggalakkan program penanaman kelapa serta pemenuhan kebutuhan protein melalui telur dan daging ayam.
“Alhamdulillah, Bapak Menteri berjanji akan memberikan bantuan benih kelapa untuk lahan seluas 2.000 hektare di Karimun. Ini adalah peluang besar bagi kita,” beber Bupati.
Program pengembangan kelapa dan peternakan ayam ini rencananya akan dipusatkan di Pulau Kundur melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Karimun. Potensi ini diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal di wilayah Kepulauan Riau, tetapi juga memiliki orientasi ekspor.
“Jika program ini berhasil, saya perkirakan dalam empat tahun kita sudah bisa panen. Produk ini nantinya tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tapi bisa didistribusikan ke seluruh Kepri, bahkan sangat potensial untuk diekspor ke Singapura dan Malaysia. Semoga rencana besar ini berjalan lancar,” tutup Bupati.
Sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Karimun sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia di mata dunia. (RC)







