Karimun – Sebanyak 139 atlet renang muda dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, bersaing ketat di ajang Kejuaraan Renang Antar Pelajar Akuatik Karimun Cup II Tahun 2025 dikolam renang Viarama, Lubuk Semut, Kamis, 23 Oktober 2025.
Kejuaraan ini, yang dibuka langsung oleh Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, menjadi sorotan bukan hanya sebagai ajang adu cepat, tetapi juga sebagai bukti nyata dedikasi komunitas olahraga di tengah keterbatasan fasilitas.
Bupati Iskandarsyah dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Akuatik Karimun, Muhammad Firdaus, atas pelaksanaan kejuaraan ini secara mandiri untuk yang kedua kalinya dalam tahun yang sama. “Kami dari Pemkab Karimun berharap terlaksananya kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang prestasi dan silaturahmi, tapi juga menjadi ajang seleksi Popda tahun 2026,” tegas Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Iskandarsyah mengakui bahwa masalah kolam renang yang ada di Kabupaten Karimun belum memenuhi standar. Lebih lanjut Bupati mengatakan masalah kolam ini bukan hanya dihadapi oleh Kabupaten Karimun, tetapi juga Provinsi Kepri. Hal ini menjadi ironi mengingat letak geografis Karimun yang dikelilingi laut, menjadikan renang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. “Ke depan semoga kita dapat membangun kolam renang yang standar yang ditetapkan,” harapnya.
Sementara Ketua Akuatik Karimun, Muhammad Firdaus, tujuan utama kejuaraan ini adalah menemukan “mutiara” baru di dunia akuatik. “Kami melaksanakan kegiatan ini untuk menyeleksi pelajar-pelajar Karimun,” ujar Firdaus.
Kejuaraan ini diselenggarakan sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 yang akan diselenggarakan di Kota Tanjungpinang.
Dengan kategori perlombaan yang beragam, termasuk gaya bebas, dada, kupu-kupu, dan punggung, Firdaus yakin Karimun memiliki potensi besar untuk mendulang emas.
“Di Cabor Renang ini banyak kategori yang diperlombakan. Ketika kita bisa menguasai kategori-kategori ini, harapan kita untuk mendulang medali emas sekaligus menjadi juara umum pada Pekan Olahraga itu akan terbuka lebar,” jelasnya optimistis.
Firdaus menambahkan bahwa setelah hasil seleksi didapatkan, Pengurus Akuatik akan segera melakukan pembinaan intensif agar para atlet benar-benar siap dan matang saat Popda tiba.
Meskipun semangat berkompetisi begitu tinggi, Firdaus tidak lupa menyuarakan harapan mendesak komunitasnya kepada Pemerintah Daerah. “Harapan kami kepada Pemerintah Daerah ke depan agar bisa diperhatikan untuk atlet-atlet yang ada di Kabupaten Karimun, baik itu dari segi fasilitas sarana dan prasarana,” katanya.
Kekurangan utama yang dirasakan saat ini adalah kolam renang yang belum standarisasi. Firdaus berharap, seiring membaiknya APBD Karimun, Pemerintah dapat segera menganggarkan pembangunan kolam renang standar demi mendukung penuh potensi para atlet renang di masa depan.
Kejuaraan Akuatik Karimun Cup II 2025 membuktikan bahwa meskipun berlatih di kolam yang belum ideal, gairah dan talenta atlet muda Karimun tidak pernah surut. Mereka siap membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak akan menghalangi mereka untuk mengukir prestasi di tingkat daerah. (RC)







