KARIMUN, kabarfaktual.id – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir terus membuahkan hasil nyata. Salah satu keberhasilan tersebut dirasakan langsung oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.
Sejak tahun 2022, perusahaan plat merah ini secara konsisten mendampingi para nelayan setempat untuk mengembangkan budidaya kakap putih sebagai sumber penghasilan alternatif.
Melalui bantuan sarana prasarana, pakan, hingga pelatihan dari Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, kelompok ini kini tumbuh menjadi mandiri dan produktif.
Ketua Pokdakan Tuah Bersatu, Amran menceritakan bahwa awalnya para anggota hanya mengetahui teori budidaya dari tayangan informasi luar. Namun, intervensi program CSR PT TIMAH mengubah keinginan tersebut menjadi kenyataan ekonomi yang menjanjikan.
“Budidaya kakap putih mulai kami rintis pada tahun 2022. Pada awal uji coba, kami menebar 500 ekor benih dan berhasil memanen sekitar 210 kilogram ikan. Dari situ kami semakin yakin. Hingga kemudian kami dipercaya mengembangkan 3.000 ekor benih,” ujar Amran.
Meski sempat diterpa tantangan berat seperti biaya pakan yang tinggi hingga cuaca panas ekstrem pada tahun 2025 lalu, pendampingan berkelanjutan dari PT TIMAH membuat kelompok ini tetap bertahan. Bahkan, seiring perkembangan teknologi, Pokdakan Tuah Bersatu kini mulai berinovasi menerapkan sistem bioflok untuk meminimalkan kendala pada fase pembesaran benih di tambak.
“Kalau melihat ke belakang, awalnya kami hanya punya cerita dan keinginan. Sekarang lokasi budidaya sudah produktif. Apa yang menjadi cita-cita kelompok sudah sekitar 70 persen terwujud. Alhamdulillah, PT TIMAH benar-benar membantu kami,” ungkap Amran bersyukur.
Selain budidaya kakap putih, kontribusi PT TIMAH di Desa Sawang Laut juga menyentuh berbagai sektor pemberdayaan lain, mulai dari pembinaan kelompok pengolahan terasi, hidroponik, peternakan unggas, bank sampah, hingga penanaman mangrove dan pembangunan infrastruktur desa.
Amran berharap sinergi positif ini dapat terus berlanjut ke sektor pertanian dan kelompok wanita tani agar kesejahteraan masyarakat pesisir semakin merata. (*)







