KARIMUN, kabarfaktual.id – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD Kabupaten Karimun bersama pedagang sore Pasar Puan Maimun berlangsung alot pada Selasa (31/3/2026).
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Karimun, Raja Rafiza ini sempat memanas lantaran tidak ditemukannya titik temu antara keinginan pedagang dengan kebijakan Perumda Bumi Berazam Jaya.
Persoalan utama dipicu oleh penolakan pedagang untuk direlokasi ke lokasi baru di Blok D. Para pedagang yang sudah berjualan selama delapan tahun di area parkir saat ini merasa lokasi baru tersebut tidak memadai, terutama terkait akses jalan yang dinilai sulit dijangkau pembeli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisi II DPRD Karimun, Rodiansyah, mengakui bahwa kedua belah pihak masih bersikukuh dengan argumen masing-masing. Sebagai langkah penengah, pihak legislatif berjanji akan turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (1/4/2026) besok.
“RDP tadi memang belum menghasilkan kesepakatan. Besok kami akan tinjau langsung ke Blok D untuk melihat kondisi lapangan, termasuk laporan pedagang mengenai akses jalan yang disebut tidak ada. Kami ingin mencari solusi terbaik bagi pedagang yang sudah lama berjualan di sana,” ujar Rodiansyah usai rapat.

Di sisi lain, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Karimun, H.M. Mahsun, menegaskan bahwa rencana relokasi akan tetap dilaksanakan. Meskipun sempat molor dari jadwal semula (1 April), pihaknya memastikan pemindahan pedagang akan dilakukan pada 11 April 2026 mendatang setelah melalui proses pencabutan undi lapak.
Mahsun menjelaskan, pengosongan lahan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi asli area parkir Pasar Puan Maimun yang selama ini digunakan pedagang.
Awalnya, lokasi tersebut hanya ditempati 18 pedagang limpahan dari Jalan H. Arab (Puakang Ujung), namun kini jumlahnya membengkak seiring bergabungnya pedagang sayur dari lantai dasar.
“Kami ingin memfungsikan kembali lahan parkir pasar agar tertata rapi, karena itu lokasi Blok D sudah kami siapkan sebagai tempat relokasi,” tegas Mahsun.
Hingga saat ini, suasana di kalangan pedagang masih diliputi ketidakpastian sembari menunggu hasil tinjauan lapangan dari jajaran Komisi II DPRD Karimun besok pagi. (RC)









