Tarif Boarding Pass WNA di Pelabuhan Karimun Naik Jadi Rp 125 Ribu, GM Pelindo: Fasilitas Akan Disulap Standar Bandara

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joni Hutama, M.MTr., GM Pelindo Regional 1 Tanjung Balai Karimun

Joni Hutama, M.MTr., GM Pelindo Regional 1 Tanjung Balai Karimun

KARIMUN – PT Pelindo (Persero) Regional 1 Tanjung Balai Karimun, resmi memberlakukan penyesuaian tarif boarding pass bagi Warga Negara Asing (WNA) di pelabuhan internasional Kabupaten Karimun. Kebijakan yang menetapkan tarif sebesar Rp 125.000 ini telah mulai berjalan sejak 10 Februari 2026 lalu.

General Manager (GM) Pelindo, Joni Hutama, M.MTr, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan setelah melalui koordinasi dan atas petunjuk Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah. Menurutnya, besaran tarif tersebut sudah mempertimbangkan kemampuan pasar serta perbandingan dengan pelabuhan lain.

“Kami awalnya mengajukan Rp 150.000, tetapi atas arahan Bupati, disepakati menjadi Rp 125.000. Penyesuaian ini hanya berlaku untuk WNA saja, sedangkan untuk WNI dan terminal domestik tetap tidak ada kenaikan. Jadi, tidak berdampak langsung ke masyarakat Karimun,” ujar Joni, Rabu, 18 Februari 2026.

Joni menambahkan, tarif baru ini tergolong kompetitif jika dibandingkan dengan daerah lain. Sebagai perbandingan, Selat Panjang menerapkan tarif Rp 150.000, Tanjung Pinang Rp 100.000, sementara pelabuhan luar negeri seperti Johor mematok RM 32 dan Kukup RM 50.

Kenaikan tarif ini bukan tanpa alasan. Pelindo berkomitmen melakukan pembenahan besar-besaran untuk menjadikan pelabuhan sebagai ikon Kabupaten Karimun. Bersama BUMD, Pelindo akan melengkapi fasilitas pelabuhan dengan standar bandara mulai Semester 1 tahun 2026.

“Terminal penumpang akan dipercantik dengan nuansa Melayu yang kental. Fasilitas penunjang seperti air minum panas dan dingin gratis akan tersedia. Kami juga memprioritaskan perbaikan koridor, toilet, hingga rencana penambahan ponton guna mengantisipasi lonjakan penumpang,” jelas Joni.

Baca Juga :  "Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karimun Meraih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80"

Selain peningkatan pelayanan, Joni menegaskan bahwa penyesuaian tarif ini bertujuan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karimun tanpa membebani warga lokal.

Meski demikian, Pelindo tetap membuka ruang diskusi dan akan melakukan evaluasi jika kebijakan ini berdampak pada penurunan angka kunjungan wisatawan mancanegara.

“Kami siap berdiskusi. Jika nantinya kenaikan ini justru mengurangi jumlah kunjungan, tentu akan kami evaluasi kembali. Fokus kami adalah memberikan pelayanan terbaik sebagai pintu gerbang daerah,” pungkasnya. (RC)

Berita Terkait

Dukung Asta Cita Presiden, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepri Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,9 Miliar
ODC Energy Belanda Tawarkan Skema B2B, BP Karimun Warning PT Soma Daya Utama
Hari Kedua di Karimun, Investor Belanda Temukan Potensi 24 MW dari Danau Degung dan Embung Air Baku Desa Pongkar
Terima Investor Belanda, Bupati Iskandarsyah Tawarkan Lahan 10 Hektare untuk Proyek PLTS (Solar Panel) di Lahan Perkantoran Bupati
Atasi Defisit Listrik, Investor Belanda Lirik Investasi PLTS Terapung Pertama di Kepri
dr. Hendy Nurahadi Kembali Pimpin Perpani Karimun, Targetkan Posisi Dua Besar di Kepulauan Riau
Peduli Kesehatan Masyarakat, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun
Sembunyikan 9,5 Ton Timah di Dalam Truk, Satpolairud Polres Karimun Gagalkan Pengiriman Ilegal ke Riau

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:06 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepri Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,9 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 21:58 WIB

ODC Energy Belanda Tawarkan Skema B2B, BP Karimun Warning PT Soma Daya Utama

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:42 WIB

Hari Kedua di Karimun, Investor Belanda Temukan Potensi 24 MW dari Danau Degung dan Embung Air Baku Desa Pongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:48 WIB

Terima Investor Belanda, Bupati Iskandarsyah Tawarkan Lahan 10 Hektare untuk Proyek PLTS (Solar Panel) di Lahan Perkantoran Bupati

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:58 WIB

Atasi Defisit Listrik, Investor Belanda Lirik Investasi PLTS Terapung Pertama di Kepri

Berita Terbaru

google.com, pub-9453165706086554, DIRECT, f08c47fec0942fa0