KARIMUN – Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan hari kedua di Masjid Nurul Ihsan, Kampung Tanjung, Kecamatan Karimun, pada Kamis (19/2/2026). Dalam kunjungan religius tersebut, Bupati Iskandarsyah mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Karimun untuk memanfaatkan momentum bulan suci ini dengan meningkatkan kualitas amal ibadah, mulai dari memperbanyak shalat sunnah, tadarus Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah sebagai bentuk syukur atas kesempatan menikmati bulan Ramadhan yang diberikan oleh Allah SWT.
“Bulan Ramdhan adalah kesempatan yang sangat berharga yang Allah SWT berikan, karena tidak semua Allah SWT sampaikan kepada manusia untuk menikmati Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menekankan bahwa membangun Kabupaten Karimun yang maju dan sejahtera memerlukan dukungan serta partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Beliau mengakui bahwa proses pembangunan daerah tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun optimisme tetap terjaga jika masyarakat tetap taat kepada perintah agama dan menjauhi larangan-Nya. Keberkahan bagi daerah, menurut Bupati, sangat bergantung pada kesalehan kolektif warganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain pesan spiritual, Bupati juga menyoroti isu lingkungan terkait pengelolaan sampah di masa depan. Beliau memaparkan visi pemerintah daerah untuk mengubah sampah menjadi aset bernilai ekonomis, seperti bahan baku paving block, pupuk cair, hingga potensi sumber energi listrik jika volume sampah mencapai 500 ton per hari.
”Kita ingin sampah tidak lagi menjadi beban, tapi menjadi sumber ekonomi baru melalui pengelolaan yang tepat sasaran agar bisa menghasilkan uang bagi masyarakat,” papar Bupati.
Transformasi pengelolaan sampah ini diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat setempat melalui konsep pengelolaan sampah menjadi uang.
Lebih lanjut, Bupati Iskandarsyah mengajak masyarakat untuk bersama-sama mensukseskan program prioritas pemerintah pusat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Kabupaten Karimun sendiri, tercatat sudah ada 70.000 penerima manfaat yang terdiri dari 60.000 anak sekolah serta sisanya bagi ibu hamil dan menyusui.
Program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang sangat besar.
Potensi perputaran uang dari program MBG di Karimun diperkirakan mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar Rp302 miliar per tahun atau rata-rata Rp700 juta setiap harinya. Perputaran uang ini diyakini akan menghidupkan sektor UMKM dan penyedia bahan pangan lokal.
“Angka perputaran uang yang besar ini harus kita manfaatkan agar sektor UMKM dan pangan lokal kita bergerak maju dan memberikan kesejahteraan nyata bagi warga,” lanjut Bupati.
Di akhir kunjungannya, Bupati juga menginformasikan mengenai rencana usulan pembangunan Sekolah Rakyat yang diprioritaskan untuk wilayah Pulau Kundur guna meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi masyarakat di pulau tersebut. (RC)








