KARIMUN – Sebuah gebrakan besar dalam dunia investasi resmi dimulai di Kabupaten Karimun dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan PT Panda Energy Indonesia di Ruang Rapat Cempaka Putih, Gedung Perkantoran Bupati, Senin, 26 Januari 2026.
Investasi bernilai fantastis mencapai Rp 36 triliun ini diproyeksikan akan mengubah wajah Pulau Sugie Besar menjadi pusat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) berskala internasional. Langkah besar ini dipandang sebagai wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan yang inklusif serta mewujudkan visi “The Glory of the Future” demi kejayaan masa depan Bumi Berazam.
Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, menegaskan bahwa masuknya investasi ini merupakan momen yang telah lama dinanti untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata di wilayah kepulauan. Dengan penguasaan lahan yang sudah diamankan oleh PT Panda Energy Indonesia di Pulau Sugie Besar, keseriusan proyek ini tidak perlu diragukan lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati menjamin bahwa proyek raksasa ini akan memberikan multiplier effect yang luar biasa bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja secara masif, program CSR sosial, hingga pengadaan fasilitas air bersih bagi warga sekitar.
Pemerintah Kabupaten Karimun juga berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia (SDM) tempatan agar mampu bersaing dan terserap dalam proyek ini. Bupati Iskandarsyah menyatakan kesiapannya untuk menyekolahkan pemuda setempat menggunakan dana APBD maupun melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) agar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Sejalan dengan arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, Pemkab Karimun menjamin keamanan dan kenyamanan bagi investor. Bupati bahkan menegaskan akan mempermudah segala urusan perizinan, termasuk membantu pengurusan hingga ke pemerintah pusat di Jakarta, serta menyiapkan infrastruktur penunjang yang diperlukan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Panda Energy Indonesia, Enda Ginting, memberikan apresiasi tinggi atas dukungan penuh Bupati Karimun dan masyarakat Pulau Sugie Besar. Ia menjelaskan bahwa investasi energi terbarukan ini sangat strategis karena adanya kesepakatan antara Indonesia dan Singapura terkait ekspor listrik.
“Lokasi Pulau Sugie Besar yang sangat dekat secara geografis dinilai sangat memadai untuk mengalirkan energi hijau ke Singapura,” ujar Enda.
Saat ini, perusahaan tengah fokus pada percepatan perizinan di semua tingkatan pemerintahan sambil merancang dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Kepulauan Riau, masyarakat Kabupaten Karimun khususnya.
Enda Ginting juga mengungkapkan bahwa program CSR akan segera difokuskan pada penguatan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama proyek, meliputi pembangunan jalan, pengadaan air bersih, jaringan telekomunikasi internet, hingga sistem logistik.
“Kami akan memaparkan detail visi dan misi pembangunan proyek ini dalam forum Musrenbang agar tercipta keterbukaan informasi yang jelas,” tutup Enda.
Diakhir wawancara dengan rekan media, Bupati Iskandarsyah berpesan kepada seluruh masyarakat Sugie Besar agar terus menjaga iklim investasi yang kondusif, karena proyek ini merupakan pintu rezeki dan lompatan pembangunan yang akan memastikan pulau-pulau di Karimun tidak tertinggal dan merasakan pemerataan pertumbuhan ekonomi yang nyata. (RC)







