KARIMUN – Gelombang protes mewarnai Kantor Bupati Karimun pada Rabu (11/2/2026). Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kabupaten Karimun menggelar aksi unjuk rasa menuntut pencabutan SK Bupati terkait pembatalan Muhammad Zen sebagai Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun.
Dalam aksinya, massa menuntut pemerintah daerah konsisten terhadap prosedur seleksi dan menolak rekomendasi Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri yang menjadi dasar pembatalan M. Zen. Perwakilan massa kemudian diterima langsung oleh Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah, Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, dan perwakilan Panitia Seleksi (Pansel), Tohap, di Ruang Cempaka Putih.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa pemerintahannya berjalan transparan.
Namun, ia menekankan bahwa SK pengangkatan direktur yang baru tidak bisa dibatalkan begitu saja tanpa adanya dasar hukum yang kuat, seperti putusan pengadilan atau instruksi langsung dari Kemendagri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hargai aksi demo ini, tapi pertimbangan Kemendagri itu berdasarkan data dan fakta. Awalnya kami hanya mengirim satu nama (M. Zen), tapi perintah pusat minta semua nama berdasarkan peringkat dikirimkan, ya kami jalankan,” jelas Bupati.
Ia juga menyayangkan tuduhan sabotase yang sempat dilontarkan pihak kuasa hukum M. Zen, menyebutnya sebagai hal yang berlebihan.
Suasana sempat memanas saat Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole memberikan tanggapan. Wabup Rocky mengaku geram dengan tuntutan massa yang meminta pencabutan SK secara instan tanpa melalui proses hukum tetap.
“Kalau sampai suruh cabut SK, emangnya mudah? SK sudah ditetapkan berdasarkan dasar yang jelas. Kalau main cabut-cabut saja, istilahnya macam ‘main pondok-pondok’ pula,” ujar Wabup Rocky dengan nada tinggi.
Wabup juga menyentil pernyataan perwakilan massa yang sempat mengaku “mengantuk” saat mendengarkan penjelasan teknis dari pihak Pansel. Ia meminta semua pihak, termasuk kuasa hukum, untuk berbicara berdasarkan data dan saling menghargai dalam forum resmi.
“Silakan mencari keadilan, itu hak M. Zen. Tapi tolong bicara pakai data. Tadi bilang penjelasan Pak Tohap bikin ngantuk, tolonglah saling menghargai. Jangan datang ke sini hanya untuk mengaku ngantuk saat diberi penjelasan,” pungkasnya. (RC)









