Karimun – Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Karimun. Rapat ini fokus pada tiga isu utama: Pengendalian Inflasi Daerah, Kesiapan Menghadapi Potensi Bencana, dan Transportasi Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Rakor tersebut dilaksanakan di Ruang Cempaka Putih Perkantoran Bupati pada Rabu, 3 Desember 2025, dan dihadiri lengkap oleh Forkopimda serta jajaran Pemkab Karimun.
Bupati Iskandarsyah menekankan bahwa pengendalian inflasi menjadi agenda rutin yang harus selalu diperhatikan. Ia menyoroti beberapa komoditas yang menjadi perhatian utama untuk dipresentasikan dan dikendalikan harganya.
“Ada beberapa yang menjadi presentasi yang harus kami perhatikan yan pertama itu harga cabe merah, sayur dan lain sebagainya sehingga harga di pasar itu bisa kita kendalikan, termasuk harga telur dan lainnya,” ujar Bupati. Ia berharap Kabupaten Karimun dapat terus berhasil menekan angka inflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi derasnya curah hujan belakangan ini, isu kesiap siagaan bencana menjadi sangat penting. Bupati mengajak semua pihak untuk belajar dari peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami prihatin atas musibah yang menimpa saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, untuk itu Pemkab Karimun bersama provinsi harus siap apapun yang terjadi, makanya dalam rakor ini kami menstimulasinya terkait dengan bencana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Iskandarsyah juga menyampaikan adanya peringatan dini dari BMKG mengenai potensi banjir rob air pasang tinggi pada tanggal 4 hingga 10 Desember saat bulan purnama. Ia memastikan bahwa persiapan telah dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Terkait perayaan Nataru, Pemkab Karimun ingin memastikan kesiapan penuh, mengingat masa tersebut akan terjadi peningkatan kepadatan orang baik yang merayakan Natal maupun yang berlibur.
“Nataru itu kan tentang orang yang Natalan dan liburan yang akan padat, tentunya kami harus siap siaga tentunya untuk memastikan baik itu keamanan, kita dukung persiapan fasilitas baik itu kesehatan jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,” terang Iskandarsyah, menegaskan inti dari pertemuan rakor tersebut.
Isu logistik juga dibahas, khususnya mengenai pasokan bahan pokok dari Batam yang diperlukan untuk kebutuhan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat tersendat. Menanggapi masalah ini, Bupati akan mengambil langkah cepat.
“Kami bersama forkopimda akan bersilaturahmi ke Batam guna membahas dengan Pemko dan BP Batam agar arus barang ke Kabupaten Karimun dapat berjalan lancar, khususnya terkait izin usaha kawasan FTZ,” tutup Bupati.
Rakor ini menunjukkan komitmen serius Pemerintah Daerah dalam menguatkan kerja sama lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi, keamanan, dan kesiapsiagaan menghadapi tantangan iklim dan logistik menjelang akhir tahun. (RC)







