Karimun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun di bawah kepemimpinan Bupati Ing H. Iskandarsyah melancarkan strategi bisnis yang revolusioner untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kunci dari gebrakan ini? Pemberian kepercayaan penuh kepada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tuah Karimun dan pengadopsian teknologi keuangan digital melalui aplikasi E-Wallet “Tuah Smart”!
Bupati Iskandarsyah secara blak-blakan mengungkapkan ‘kecemburuan’ terhadap BPR daerah lain yang telah sukses menyumbang PAD. Kini, ia menaruh harapan besar di pundak Direktur Utama BPR Tuah Karimun, Wan Abdul Rahman, untuk melakukan lompatan besar.
”Kami iri dengan BPR yang lain yang sudah bisa menghasilkan sedangkan kita tidak,” tegas Bupati. “Potensi terbesar tentunya dari 8.000 pegawai ASN, PNS, dan P3K. Inilah merupakan salah satu strategi Pemkab Karimun untuk meningkatkan PAD.” lanjutnya, Jumat, 31 Oktober 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Target 307 P3K Jadi Pilot Project.
Fokus awal BPR Tuah Karimun adalah 307 Pegawai P3K yang baru dilantik. Bupati berharap penuh dukungan dari seluruh masyarakat dan pegawai agar BPR yang saat ini berada di Level 4 OJK dapat segera diperbaiki dan dikembangkan.
”Pemkab Karimun akan terus mendukung BPR Tuah Karimun sambil terus evaluasi pelayanan, kecepatan, kalau bisa jangan sampai menimbulkan antrian,” tambahnya, optimis bahwa aktivasi untuk 307 P3K ini sudah bisa dilakukan pada Bulan November.
Bye-Bye ATM, Hello E-Wallet.
Menjawab persoalan klasik seputar kendala fasilitas mesin ATM di pulau-pulau yang memicu gejolak di kalangan P3K, Dirut BPR Tuah Karimun, Wan Abdul Rahman, menawarkan solusi brilian dan futuristik: E-Wallet Tuah Smart.
Aplikasi yang bisa diunduh di smartphone Android ini memungkinkan seluruh transaksi keuangan mulai dari penarikan hingga transfer dilakukan hanya dari genggaman tangan.
”Dengan aplikasi ini, kita tidak perlu lagi menggunakan ATM dan tidak lagi perlu menyediakan fasilitas mesin ATM,” ujar Wan Abdul Rahman.
Kami melihat rata-rata 307 P3K sudah menggunakan Android. Makanya kami akan kembangkan e-wallet ini atas petunjuk dan arahan dari Bupati Karimun semua transaksi berbentuk digital.”
Inovasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah geografis, tetapi juga menempatkan BPR Tuah Karimun sejajar dengan BPR maju lain seperti Pemda Bintan, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir yang telah mengadopsi sistem e-wallet.
Kesejahteraan Pegawai, Pinjaman Tanpa Agunan.
Tak hanya itu, sebagai langkah konkret peningkatan kesejahteraan, Dirut BPR Tuah Karimun juga menjanjikan fasilitas pinjaman yang sangat menarik: Pinjaman Tanpa Agunan bagi para pegawai.
Langkah digitalisasi dan fokus pada 8.000 pegawai diyakini menjadi peluang emas untuk meningkatkan ekonomi lokal dan membawa BPR Tuah Karimun menjadi raksasa bisnis digital di tingkat daerah.
Dukungan penuh dari Pemkab, inovasi digital, dan potensi pasar 8.000 pegawai adalah formula yang siap menjadikan BPR Tuah Karimun sebagai game-changer dalam sejarah Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karimun. (RC)







