Karimun – Dalam rangka memperingati Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025, KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun melaksanakan kegiatan bakti sosial yang sangat berarti, yaitu penanaman 100 bibit pohon mangrove di coastal area dan pembagian 200 life jacket secara gratis kepada para nelayan di Karimun, pada Rabu, 10 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang mengusung tema “Transportasi Selamat dan Terintegrasi Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.”
Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi yang setingginya kepada KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun atas kepedulian dan inisiatif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah Karimun. “Kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala KSOP dan seluruh stafnya. Luar biasa, karena kami melihat di daerah ini memang kekurangan pohon mangrove. Mudah-mudahan yang ditanam hari ini merupakan bagian dari kepedulian kita untuk melestarikan dan menjaga alam serta pentingnya untuk menjaga keselamatan para nelayan dengan berbagi life jacket pada hari ini,” kata Bupati.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt. Supendi, M.MTr, mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove dan pembagian life jacket berjalan lancar berkat kondisi air laut yang surut. “Alhamdulillah kegiatan pada hari ini berjalan lancar, air laut dalam keadaan surut, semoga mangrove yang kita tanam hari ini tidak terseret ketika air laut akan pasang atau surut kembali,” ujarnya.
Capt. Supendi menekankan bahwa pembagian life jacket merupakan bagian dari kampanye keselamatan yang menunjukkan peran aktif perhubungan dalam meningkatkan kesadaran keselamatan di laut. Kepada para nelayan yang menerima pembagian life jacket, ini merupakan kampanye keselamatan. Kami mengingatkan para nelayan tidak hanya serta merta mencari ikan, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan dirinya.

“Dengan menggunakan life jacket, apabila ada kejadian yang tidak diharapkan seperti diterjang ombak dan perahunya terbalik, maka dengan menggunakan life jacket nelayan tidak akan tenggelam sampai menunggu pertolongan datang,” harap Supendi.
Capt. Supendi juga berpesan kepada para nelayan agar life jacket yang dibagikan digunakan sesuai fungsinya sebagai alat penolong keselamatan dan tidak dijual.
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Karimun, GM Pelindo, Forkopimda, dan seluruh pegawai KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun. (RC)







