Karimun – Badan Pengusahaan (BP) Karimun pada hari kedua kegiatan sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) tahun 2025.
Menurut Direktur Perijinan BP Karimun, Henry Aris Bawole, acara ini memiliki tujuan penting untuk meningkatkan pelayanan BP Karimun kepada pelaku usaha dalam meningkatkan Pemahaman Pelaku Usaha tentang tata cara mengisi dan menyampaikan LKPM yang akurat, transparan, dan tepat waktu. “Kami menyampaikan informasi terkait aturan-aturan yang berlaku agar pelaku usaha memenuhi kewajiban menyampaikan LKPM,” ucap Henry.
Data yang disampaikan sangat mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan investasi di Indonesia umumnya dan Kawasan PBPB Karimun khususnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut Henry mengatakan capaian Investasi di Karimun hingga 2025 sebesar Rp 22.128.199.135.168,40 terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 20.920.058.297.149,40 (Rp 20,9 T) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1.208.140.838.022 (Rp 1,2 T).
“Jumlah Perusahaan Terdaftar di BP Karimun sebanyak 313 perusahaan dengan berbagai sektor usaha. Penyerapan Tenaga Kerja Lokal sebanyak 15.193 orang dan Tenaga Kerja Asing: 371 orang,” Henry menambahkan.
Henry Aris Bawole berharap acara ini memberi dampak positif bagi kemajuan perekonomian Karimun dan membantu pelaku usaha menyampaikan LKPM dengan tepat waktu dan akurat. BP Karimun berkomitmen menyampaikan data ke Kementerian Investasi/BKPM RI dan instansi lainnya secara akurat dan transparan.
BP Karimun mengimbau pelaku usaha untuk menyampaikan laporan LKPM tepat waktu sesuai ketentuan untuk menghindari sanksi yang berlaku. (RC)







