Anis Matta Sebut Bantuan dan Dukungan untuk Palestina adalah Hutang yang Harus Kita Cicil Sampai Tercapainya Kemerdekaan.

- Jurnalis

Minggu, 23 Maret 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, menegaskan bahwa dukungan dan bantuan bagi Palestina adalah utang kemanusiaan yang harus terus kita cicil sampai tercapainya kemerdekaan Palestina.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat Hadir dalam Silaturahmi Tokoh dan Lembaga: Indonesia untuk Palestina bertema “Ramadhan Bulan Empati dan Berbagi” yang digelar AlQuds Volunteer Indonesia, di Jakarta, Sabtu (22/3/2025).

Anis Matta menyatakan hanya orang-orang yang punya masalah dengan hati nuraninya yang tidak menangis melihat pembantaian di Palestina, yang bahkan menyasar perempuan dan anak-anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hanya orang dengan hati nurani yang bermasalah yang bisa tetap diam menyaksikan pembantaian di Palestina, terutama yang menyasar perempuan dan anak-anak,” kata Anis Matta.

Anis Matta membongkar narasi usang yang kerap mengelabui publik. Dulu, pada dekade 70-an hingga 90-an, konflik Palestina sering direduksi sebagai masalah etnis semata, yakni konflik Arab-Israel.

Baca Juga :  Kementerian PKP Dapat Dukungan Lembaga Keuangan Internasional untuk Percepatan Program Perumahan

“Framing ini membuat bangsa seperti Indonesia merasa terpisah, seolah-olah ini adalah urusan orang lain yang jauh di sana,” ujarnya.

Ia mengatakan, bahwa perjuangan membebaskan Palestina bukan hanya milik umat Islam, melainkan soal kemanusiaan universal.

“Hari ini, kita semuanya menyaksikan, bahwa perjuangan Palestina telah menjadi problema umat manusia secara keseluruhan di muka bumi ini,” ungkapnya.

Menurutnya, lebih dari satu tahun terakhir, dunia menyaksikan pembantaian demi pembantaian di Gaza dan wilayah pendudukan lainnya. Bahkan di bulan Ramadhan 2025 , ketika umat manusia seharusnya merayakan kedamaian, pembantaian masih berlangsung.

“Korban jiwa di Palestina telah melampaui angka puluhan ribu sejak eskalasi konflik terbaru, dengan mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, sebuah statistik yang mencoreng wajah peradaban modern,” ujarnya.

Karena itu, apabila ada yang tidak menangis melihat perempuan-perempuan, anak-anak dibantai, pasti ada masalah dalam hati nuraninya.

Ia pun menyerukan panggilan untuk introspeksi kolektif seraya bertanya mengenai makna menjadi manusia di tengah tragedi ini.

Baca Juga :  Solusi Makanan Basi, Pindahkan Dapur Umum ke Dapur Sekolah.

“Apa makna bahwa setiap kali kita menyaksikan pembantaian itu dan kita sebagai umat manusia tidak terlibat sama sekali?” tanyanya.

Anis menegaskan, bahwa dukungan untuk Palestina adalah utang kemanusiaan yang harus terus kita bayar dengan cicilan.

“Nafas kita untuk terus memberi tidak boleh habis. Kita harus punya nafas yang panjang dan yakin bahwa sebelum Palestina merdeka, kita akan tetap punya utang kemanusiaan yang harus terus menerus kita bayar dengan cicilan,” jelasnya.

Acara yang dihelat AlQuds Volunteer Indonesia, menurutnya, adalah salah satu bentuk cicilan tersebu. Yakni sebuah langkah kecil tapi bermakna untuk menunjukkan solidaritas.

Hadir pula dalam acara ini antara lain Ustadz Bachtiar Nasir, aktor senior Deddy Mizwar, Bhiksu Jimmu Gunabhadra dari Sangha Mahayana Indonesia, diplomat senior Ple Priatna, legenda Timnas Indonesia Budi Sudarsono, dan sejumlah selebritis Indonesia.
(rat)

Berita Terkait

“Terobosan Baru, SDN 01 Menteng Uji Coba Dapur Sekolah MBG”
“Tempati Kantor Baru, BAGANA GR, Akan Buka Cabang ke Daerah Daerah”
“BGN Harus Cepat Merespons Pernyataan Presiden, Segara Wujudkan Dapur Sekolah MBG”
“Selain Makanan Fresh, Inilah Keunggulan Dapur di Sekolah Program MBG”
Solusi Makanan Basi, Pindahkan Dapur Umum ke Dapur Sekolah.
Prof. Didik J. Rachbini: Narasi Ambil Alih Paksa BCA Anarkhi Politik Kebijakan.
“Tsunami Rusia Berpotensi Menghantam Indonesia, Pemda dan Masyarakat Diminta Mengosongkan Pantai Hingga Dua Jam”
Malam Anugerah Hari Puisi Indonesia 2025,“Puisi Lahir Tak Pernah Mati”: Tonggak Sejarah Penetapan Hari Puisi Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 12 September 2025 - 14:56 WIB

“Terobosan Baru, SDN 01 Menteng Uji Coba Dapur Sekolah MBG”

Minggu, 31 Agustus 2025 - 08:54 WIB

“Tempati Kantor Baru, BAGANA GR, Akan Buka Cabang ke Daerah Daerah”

Kamis, 28 Agustus 2025 - 16:52 WIB

“BGN Harus Cepat Merespons Pernyataan Presiden, Segara Wujudkan Dapur Sekolah MBG”

Rabu, 27 Agustus 2025 - 22:01 WIB

“Selain Makanan Fresh, Inilah Keunggulan Dapur di Sekolah Program MBG”

Rabu, 27 Agustus 2025 - 20:08 WIB

Solusi Makanan Basi, Pindahkan Dapur Umum ke Dapur Sekolah.

Berita Terbaru

google.com, pub-9453165706086554, DIRECT, f08c47fec0942fa0