KARIMUN – Sektor investasi dan olahraga di Kabupaten Karimun kembali bergairah dengan hadirnya fasilitas baru. Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, S.Sos., secara resmi meresmikan Billiard Cafe and Resto 86, Selasa (10/2/2026).
Didampingi anggota DPRD Karimun, Herman Akham, S.H., dan Muhammad Firdaus, Wabup Rocky menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas berdirinya sarana ini. Menurutnya, tempat ini bukan sekadar lokasi hiburan, melainkan wadah strategis untuk menjaring atlet biliar potensial di Bumi Berazam.
“Semoga tempat ini menjadi wadah di mana penyuka olahraga biliar bisa berkumpul dan menyalurkan hobinya. Tempatnya luas dan nyaman, kami berharap dari sini lahir atlet-atlet biliar hebat yang bisa mengharumkan nama Karimun,” ujar Wabup Rocky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Wabup Rocky menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam mendukung para pengusaha. Sebagai bentuk kepedulian terhadap investasi, Pemkab Karimun berencana membangun akses jalan menuju lokasi jika pembebasan lahan atau hibah dari pemilik lahan sudah selesai dilakukan.
“Inilah bentuk dukungan pemerintah. Jika akses nyaman, tamu akan ramai. Efeknya, roda ekonomi berputar dan lapangan kerja terbuka. Saat ini saja, Billiard Cafe and Resto 86 sudah menyerap 30 tenaga kerja lokal, terutama bagi anak-anak muda yang baru tamat sekolah,” tambahnya.

Wabup juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif agar para investor merasa aman menanamkan modalnya di Karimun.
Sementara itu, owner Billiard Cafe and Resto 86, Willy atau yang akrab disapa Katon, menjelaskan bahwa tempat usahanya hadir dengan fasilitas lengkap yang mengombinasikan olahraga dan kuliner.
“Kami menyediakan 21 meja biliar dengan standar yang baik, lengkap dengan kafe yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. Kami buka setiap hari mulai pukul 12.00 siang hingga 02.00 dini hari,” ungkap Willy.
Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan fasilitas serta penampilan barongsai yang disambut antusias oleh masyarakat dan komunitas pencinta biliar di Kabupaten Karimun. (RC)







