KARIMUN – Estafet kepemimpinan di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun resmi berganti. Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, melantik Ferry Kurniawan, S.H. sebagai Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun masa jabatan 2026–2031 menggantikan Herry Budhiarto yang kini menjabat Dewan Pengawas, di Ruang Rapat Cempaka Putih, Perkantoran Bupati, Senin (9/2/2026)
Dalam amanatnya, Bupati Iskandarsyah memberikan ucapan selamat sekaligus menekankan pentingnya integritas dalam mengemban amanah. Ia mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Karimun.
“Laksanakan tugas dengan amanah, jujur, dan cermat. Saya minta Direktur yang baru segera merangkul seluruh elemen internal perusahaan untuk menyelesaikan antrean penyambungan baru yang masih cukup panjang,” tegas Bupati Iskandarsyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu fokus utama yang ditekankan Bupati adalah revitalisasi infrastruktur, mengingat banyak pipa penyaluran yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Untuk mengatasi kendala anggaran, Bupati menyarankan adanya formula pendanaan inovatif.
“Perlu dicari skema pendanaan yang tepat, apakah menggandeng pihak swasta atau menjemput dana pusat melalui Baperlitbang untuk melakukan kajian Detail Engineering Design (DED). Semua ini demi mengoptimalkan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada direktur lama yang kini berpindah tugas menjadi dewan pengawas. Ia berharap adanya sinergi yang kuat antara jajaran direksi baru dan pengawas guna memajukan BUMD tersebut.
Sementara itu, Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun yang baru dilantik, Ferry Kurniawan, S.H., menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan performa perusahaan. Ia menegaskan bahwa selain aspek pelayanan publik, dirinya juga fokus pada kontribusi perusahaan terhadap daerah.
“Pelayanan yang sudah berjalan sebelumnya sudah bagus, namun akan terus kami tingkatkan. Kami dituntut tidak hanya memberikan pelayanan prima, tetapi juga bagaimana mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Ferry.
Sebagai langkah awal, Ferry berencana melakukan pembenahan di sektor internal guna memastikan seluruh karyawan bekerja sesuai standar yang ditetapkan oleh Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
“Kami akan benahi internal terlebih dahulu. Kinerja karyawan harus dipacu agar selaras dengan instruksi pimpinan dan target besar perusahaan ke depan,” pungkasnya. (RC)







