Karimun – Kepala BNN Karimun, AKBP. Jamaluddin. SN mengatakan berdasarkan dari penilaian untuk tahun 2024 BNN Karimun mendapatkan predikat Sangat Tanggap dan ini merupakan nilai tertinggi dari 5 (lima) variabel dalam menilai ketanggapan suatu kota/kabupaten terhadap ancaman dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Adapun 5 (lima) variabel penilaian terdiri dari Ketahanan Keluarga, Aspek Hukum, Aspek Pembinaan, Stakeholder Terkait dan tidak lepas dari dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Karimun.
“Pada tahun 2024 Alhamdulillah kita mendapatkan nilai sangat tinggi dan mendapatkan predikat Sangat Tanggap dan Grade A, terutama dibidang ketahanan keluarga, dimana pada tahun sebelumnya dari 5 (lima) variabel kita mendapatkan nilai rendah,” ujar Jamaluddin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi atas kejadian yang sedang ramai atas peredaran narkoba diperairan Karimun, Jamaluddin mengatakan semua itu memerlukan perhatian kita semua. Pertama letak geografis Karimun yang sangat dekat dengan negara tetangga dan masuk jalur internasional (Selat Malaka) dibutuhkan pengawasan dari kita semua baik masyarakat maupun pihak-pihak terkait.
“Memang kecenderungan belakangan ini kasus narkoba agak meningkat, baik dari sisi jumlah maupun frekuensinya. Berkat kerja sama baik dari Pemda Karimun, Bea Cukai, TNI AL, Kodim 0317/TBK, Polres Karimun, Forkopimda yang lainnya serta dukungan seluruh masyarakat kejadian seperti ini masih bisa kita antisipasi,” lanjut Jamaluddin.
BNN Karimun berada diposisi seperti sekarang ini tidak terlepas dari sinergitas dengan Pemkab Karimun, Ibu-ibu Penggerak PKK serta dengan Forkopimda, dan kita sangat solid sehingga kegiatan pencegahan melalui tes urine baik di Pengadilan Negeri maupun Pengadilan Agama dapat terlaksana dengan baik.
Jamaluddin juga berpesan mari tingkatkan komunikasi dan interaksi sesama anggota keluarga, saudara ataupun tetangga sehingga hal-hal kecil berkaitan dengan narkoba dapat kita antisipasi sejak dini.
“Kita harus peduli terhadap bahayanya peredaran narkoba disekitar kita. Jangan sampai keluarga sudah terpapar baru kita tersadarkan,” pungkas Jamaluddin. (RC)







