KARIMUN, kabarfaktual.id – PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur desa sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal di wilayah operasional perusahaan.
Langkah nyata ini dibuktikan lewat dukungan pembangunan Gerbang Tanjak atau Simpang Tanjak di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.
Keberadaan gerbang megah yang mengusung bentuk tanjak—penutup kepala adat khas pria Melayu—ini tidak hanya mempercantik tata ruang desa, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya yang kuat bagi masyarakat setempat.
Bantuan sarana kebudayaan ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Division Head Area Kundur PT TIMAH, Ronanta, kepada Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, di kawasan Gerbang Tanjak pada Kamis (11/6/2026).
Wajah Baru Menggeser Nama ‘Simpang Mak Janda’
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengungkapkan bahwa pembangunan gerbang ini didasari oleh keinginan besar pihak pemerintah desa dan masyarakat untuk menghadirkan sebuah ikon yang merepresentasikan marwah Melayu di pintu masuk pemukiman mereka.
Menariknya, Jefrizal membeberkan bahwa sebelum gerbang tersebut berdiri, kawasan persimpangan strategis yang menuju kantor desa dan pemukiman warga itu akrab dikenal dengan sebutan “Simpang Mak Janda”. Melalui rembuk dan kesepakatan bersama, nama tersebut kini resmi diubah demi mengangkat nilai-nilai luhur daerah.
“Ini adalah tanah Melayu, sehingga kami ingin menghadirkan ikon yang mencerminkan budaya masyarakat.
Alhamdulillah sekarang sudah berdiri Simpang Tanjak yang menjadi wajah baru desa sekaligus tempat berswafoto bagi masyarakat luar yang datang ke sini,” kata Jefrizal.
Ia menambahkan, tanjak merupakan simbol adat Melayu yang sarat akan makna kehormatan, kewibawaan, dan kebanggaan. “Karena itu kami memilih nama Simpang Tanjak agar khalayak luas lebih mudah mengenali desa ini melalui identitas budayanya,” jelasnya.
Multiefek Ekonomi Bagi UMKM dan Warga
Lebih dari sekadar bangunan estetis, kawasan Simpang Tanjak kini bertransformasi menjadi ruang publik baru yang menghidupkan aktivitas ekonomi kreatif warga setempat, termasuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami melihat ada multiplier effect (efek berganda) yang muncul. Masyarakat kini bisa berjualan di sekitar kawasan ini. Bahkan saat musim durian tiba, lokasi ini sering menjadi pusat berkumpul warga. Secara tidak langsung, ini turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” papar Jefrizal.
Atas kontribusi besar ini, Jefrizal menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT TIMAH yang dinilainya sangat konsisten dan aktif berkolaborasi dalam memajukan desa pesisir melalui program-program yang menyentuh berbagai sektor vital.
“Dukungan PT TIMAH sangat besar bagi masyarakat kami. Banyak program berkelanjutan yang telah dilaksanakan bersama di Desa Sawang Laut, mulai dari budidaya kakap putih, kelompok hidroponik, pembinaan UMKM pengolahan terasi, bantuan sarana ibadah, fasilitas air bersih, hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya,” pungkas Jefrizal sembari berharap sinergi ini dapat terus terjalin harmonis di masa depan. (*)







