PANGKALPINANG, kabarfaktual.id – Menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian alam menjadi prioritas utama bagi PT TIMAH (Persero) Tbk. Melalui berbagai program pengelolaan lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan, perusahaan plat merah ini terus berupaya memastikan ekosistem di wilayah operasionalnya tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Upaya ini mencakup rehabilitasi lahan pascatambang di darat hingga perlindungan biodiversitas di kawasan perairan, yang semuanya diselaraskan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Di sektor darat, PT TIMAH secara konsisten melakukan reklamasi melalui penanaman pohon dan penghijauan kembali. Program ini dijalankan dengan melibatkan masyarakat setempat serta pemerintah daerah guna memastikan keberhasilan pemulihan lahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, di wilayah perairan, PT TIMAH mengusung program reklamasi laut yang komprehensif, meliputi:
Artificial Reef: Pembangunan terumbu karang buatan untuk rumah ikan.
Restocking Biota: Pelepasan kembali benih cumi dan kepiting bakau ke alam.
Penanaman Mangrove: Penguatan ekosistem pesisir.
Penahan Abrasi: Pembangunan struktur guna melindungi garis pantai dari kerusakan akibat gelombang.
Tak hanya fokus pada rehabilitasi fisik, PT TIMAH juga melakukan transformasi dalam proses bisnisnya untuk mendukung transisi energi. Beberapa inisiatif strategis yang dilakukan antara lain penerapan Selective Mining, efisiensi energi, hingga substitusi bahan bakar fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT).
Perusahaan juga melakukan langkah nyata melalui program “PLNisasi” di Site Mentok, pemasangan Solar Photo Voltaic, serta konversi lampu TL menjadi LED guna menekan emisi karbon secara signifikan.
Langkah strategis PT TIMAH mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Akademisi sekaligus Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menilai bahwa perusahaan telah berhasil menyeimbangkan nilai ekonomi dan ekologi.
“Eksploitasi sumber daya alam memang penting untuk ekonomi, namun wajib diiringi rehabilitasi agar kualitas lingkungan tetap terjaga. Program laut PT TIMAH bisa menjadi contoh bagi pihak lain,” ujar Indra.
Senada dengan hal tersebut, Camat Kundur Barat, Yusufian, menyatakan bahwa dampak positif program lingkungan ini sudah dirasakan langsung oleh warga, khususnya di wilayah pesisir.
“Pembangunan penahan gelombang dari PT TIMAH sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Hal ini terbukti efektif mengurangi abrasi dan melindungi lahan warga di pesisir Kundur Barat,” tegas Yusufian.
Dengan berbagai inisiatif ini, PT TIMAH membuktikan bahwa praktik pertambangan modern dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan yang bertanggung jawab. (*)









