Strategi Bupati Iskandarsyah Jadikan Karimun Pusat ‘Blue Coast’ Indonesia: Upaya Sejahterakan Nelayan

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah berpoto bersama Rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perwakilan International Fund Agriculture Development beserta jajaran OPD Pemkab Karimun.

Bupati Karimun, Ing H. Iskandarsyah berpoto bersama Rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Perwakilan International Fund Agriculture Development beserta jajaran OPD Pemkab Karimun.

KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun tengah membidik peluang besar dalam sektor ekonomi kelautan global. Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, mengungkapkan optimisme daerahnya untuk menjadi pusat pengembangan program Blue Coast (Ekonomi Biru) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Langkah strategis ini diperkuat dengan kunjungan jajaran pejabat tinggi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin langsung oleh Direktur Pemanfaatan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, serta didampingi tenaga ahli dan perwakilan dari International Fund for Agricultural Development (IFAD), sebuah lembaga pendanaan di bawah naungan PBB.

Istilah Blue Coast merujuk pada konsep Ekonomi Biru, yakni pemanfaatan potensi pesisir dan laut secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan. Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi nasional.

“Program Blue Coast ini merupakan bagian dari upaya memperkuat Asta Cita ke-2 Presiden RI ke-8. Intinya adalah bagaimana kita mengangkat derajat nelayan dan masyarakat pesisir menjadi lebih sejahtera melalui potensi yang ada,” ujarnya, di Ruang Cempaka Putih, Selasa (24/02/2026).

Dalam rencana tersebut, Bupati menyarankan Kecamatan Sugie Besar sebagai lokasi utama pengembangan Blue Coast. Wilayah ini dinilai memiliki ekosistem yang komplit untuk berbagai sektor, di antaranya:

Budidaya Laut: Keramba jaring apung dan pengembangan rumput laut.

Agriculture: Integrasi pertanian di wilayah pulau-pulau kecil.

Pariwisata: Pemanfaatan hutan mangrove dan keindahan pesisir sebagai daya tarik wisata lingkungan.

Program Blue Coast bukan sekadar pengembangan ekonomi, tetapi juga misi sosial. Kabupaten Karimun yang baru saja meraih penghargaan dari BRIN terkait Indeks Daya Saing Daerah, masih memiliki satu tantangan besar (PR), yaitu Desa Selat Mi yang berstatus sebagai desa tertinggal.

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru 2026, Kapolres Karimun Larang Nyalakan Kembang Api dan Ajak Warga Berdoa untuk Korban Bencana.

“Harapan kami, melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi lewat strategi Blue Coast ini, kita mampu menghilangkan status desa tertinggal di Desa Selat Mi dan menjadikannya wilayah yang mandiri,” tambah Iskandarsyah.

Program ambisius ini didukung oleh pendanaan internasional. Total anggaran yang disiapkan melalui pendanaan PBB untuk pengembangan Blue Coast di seluruh Indonesia mencapai US$60 juta.

Jika proses seleksi dan administrasi berjalan lancar, kepastian bantuan diharapkan rampung pada pertengahan tahun ini, dengan target pelaksanaan dimulai pada tahun 2027 mendatang.
Program ini direncanakan akan berlangsung selama lima tahun.

Dengan terpilihnya Karimun sebagai calon lokasi pengembangan, diharapkan infrastruktur dan taraf hidup masyarakat pesisir akan mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Berita Terkait

Dukung Asta Cita Presiden, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepri Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,9 Miliar
ODC Energy Belanda Tawarkan Skema B2B, BP Karimun Warning PT Soma Daya Utama
Hari Kedua di Karimun, Investor Belanda Temukan Potensi 24 MW dari Danau Degung dan Embung Air Baku Desa Pongkar
Terima Investor Belanda, Bupati Iskandarsyah Tawarkan Lahan 10 Hektare untuk Proyek PLTS (Solar Panel) di Lahan Perkantoran Bupati
Atasi Defisit Listrik, Investor Belanda Lirik Investasi PLTS Terapung Pertama di Kepri
dr. Hendy Nurahadi Kembali Pimpin Perpani Karimun, Targetkan Posisi Dua Besar di Kepulauan Riau
Peduli Kesehatan Masyarakat, PT TIMAH Bantu Biaya Pengobatan Bayi Penderita Hirschsprung di Karimun
Sembunyikan 9,5 Ton Timah di Dalam Truk, Satpolairud Polres Karimun Gagalkan Pengiriman Ilegal ke Riau

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:06 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Kantor Wilayah Bea Cukai Khusus Kepri Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp10,9 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 21:58 WIB

ODC Energy Belanda Tawarkan Skema B2B, BP Karimun Warning PT Soma Daya Utama

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:42 WIB

Hari Kedua di Karimun, Investor Belanda Temukan Potensi 24 MW dari Danau Degung dan Embung Air Baku Desa Pongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:48 WIB

Terima Investor Belanda, Bupati Iskandarsyah Tawarkan Lahan 10 Hektare untuk Proyek PLTS (Solar Panel) di Lahan Perkantoran Bupati

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:58 WIB

Atasi Defisit Listrik, Investor Belanda Lirik Investasi PLTS Terapung Pertama di Kepri

Berita Terbaru

google.com, pub-9453165706086554, DIRECT, f08c47fec0942fa0