Rekonstruksi Mendesak Gaza Palestina: Fokus ke Pemulihan Kehidupan Warga

- Jurnalis

Jumat, 14 Maret 2025 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Internasional tentang  rekonstruksi Gaza Palesina. Seminar diselenggarakan secara online, Rabu 12 Maret 2025 (Foto: Humas UMJ)

Seminar Internasional tentang rekonstruksi Gaza Palesina. Seminar diselenggarakan secara online, Rabu 12 Maret 2025 (Foto: Humas UMJ)

Jakarta – Rekonstruksi Gaza Palestina yang mendesak adalah memulihkan kehidupan warga yang sebagian besar rumahnya hancur dibom oleh Israel sekitar 14 bulan. Fokusnya adalah bagaimana warga Gaza dapat memenuhi kebutuhan dasar mulai dari pangan sampai kesehatan.

Adapun rekonstruksi jangka panjang adalah menegakkan keadilan bagi Palestina termasuk menyeret pemimpin Israel yang sudah dinyatakan Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang.

Demikian salah satu isu yang muncul dalam Seminar Internasional bertajuk “Post-Conflict Reconstruction in Gaza: Challenges and Pathways to Sustainable Peace” secara online, Rabu (12/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seminar diselenggarakan atas Kerjasama Laboratory of Indonesian and Global Studies (LIGS), Program Studi Ilmu Politik, Program Studi Magister Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Asia Middle East Center for Research and Dialogue (AMEC) yang berkantor di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sekitar 60 orang hadir secara online dari berbagai lokasi di Indonesia dan mancanegara. Seminar Internasional yang akan berlanjut seri kedua minggu depan selama Ramadhan itu dibuka oleh Kaprodi Magister Ilmu Politik Dr. Usni dan dipandu oleh Dr. Asep Setiawan, Kepala LIGS.

Direktur Eksekutif AMEC Muslim Imran Ph.D menjelaskan, saat ini lebih dari satu juta  warga Gaza Palestina tanpa tempat tinggal karena bangunannya hancur dan rusak akibat  pemboman Israel yang membabi buta.

Dengan adanya jeda serangan karena gencatan senjata tahap pertama ini, warga Gaza dihadapkan kepada kebutuhan mendesak untuk bertahan hidup. Warga Gaza sangat membutuhkan keperluan sehari hari seperti makanan, air bersih dan obat-obatan.

Baca Juga :  Korem 022/PT, Kodim 0207, dan Forkopimda Simalungun Sigap Bantu Evakuasi dan Normalisasi Banjir di Parapat

Menurut Muslim Imran, partisipasi masyarakat sipil dunia termasuk dari Indonesia menjadi harapan agar keperluan dasar warga Gaza dapat terpenuhi. Bantuan kemanusiaan masyarakat sipil dunia itu bisa dilakukan dengan cepat, berbeda dengan kebijakan pemerintah yang cenderung lambat.

”Masyarakat sipil dapat segera bergerak sesuai dengan kapasitas masing-masing dalam membantu rakyat Palestina yang sangat membutuhkan bantuan saat ini,” katanya.

Sejauh ini korban jiwa akibat tindakan genosida Israel dilaporkan sebanyak 48.503 warga Palestina syahid dan 111.927 orang terluka per 11 Maret 2025. Selain itu lebih dari 90 persen populasi Gaza, sekitar 2,3 juta orang, mengungsi di beberapa titik selama konflik, dan lebih dari dua juta penduduk kehilangan tempat tinggal, tidak memiliki penghasilan, dan bergantung pada bantuan makanan.

Di Gaza juga terjadi kerusakan infrastruktur dimana sekitar 292.000 unit rumah yang mewakili 61,8 persen dari total perumahan telah hancur atau rusak. Sekitar 62 persen dari total jaringan jalan telah rusak atau hancur. Ditambah lagi 95 persen rumah sakit tidak berfungsi.

Tegakkan Keadilan bagi Palestina

Namun demikian berkembang dalam diskusi bahwa selain rekonstruksi dengan fokus kepada kebutuhan mendesak warga Gaza yang perbatasannya masih ditutup Israel untuk akses ke wilayah Mesir, masyarakat internasional harus terus mendorong tegaknya keadilan bagi Palestina.

Saat ini Israel melanggar berbagai resolusi PBB dengan menduduki Jalur Gaza dan Tepi Barat dan bahkan terus memperluas penjajahannya dengan mengusir warga Palestina.

Kepala Program Studi Ilmu Politik FISIP UMJ Miftahul Ulum menyebut langkah Israel ini sebuah tindakan brutal yang tidak mempedulikan norma-norma hukum internasional, dan tindakan seperti itu bukan hal yang baru terjadi saat ini.

Baca Juga :  Babinsa Kelurahan Harjosari Ajak Petani Manfaatkan Lahan Pertanian Lewat Komsos

Dalam perjanjian damai terdahulu Israel juga melanggar kesepakatan yang sudah dicapai. Oleh karena itu Ulum menegaskan bahwa pembangunan kembali Gaza tidak cukup hanya berfokus kepada masalah sosial ekonomi semata.

”Pembangunan Kembali Gaza harus komprehensif, mulai masalah politik, ekonomi dan sosial. Oleh karena itulah maka masyarakat akademis dan masyarakat sipil memiliki peran penting untuk berlanjutnya perdamaian di Palestina,” ujar Miftahul Ulum, lulusan Warick University, Inggris, dan penyandang dua gelar Master di Glasgow Skotlandia dan Australia.

Miftahul Ulum menambahkan, dalam konteks ini Muhammadiyah dapat berperan untuk berlanjutnya perdamaian di Palestina karena memiliki keahlian di bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Ia juga mengemukakan, dalam kaitan pengembangan sumber daya manusia di bidang akademis, program Magister Ilmu Politik FISIP UMJ juga memiliki fokus kepada studi strategi pembebasan Masjidil Aqsha yang didukung pakarnya, yakni Director of the Academy for Islamic Jerusalem Studies (ISRA) Syeikh Prof. Dr. Abd Al-Fattah El-Awaisi.

Sementara itu Hamka, Dosen FISIP UMJ yang memiliki keahlian bidang geopolitik menyatakan kekhawatirannya bahwa gencatan senjata ini sifatnya hanya sementara kalau melihat perilaku Israel selama ini.

Umat Islam khususnya di Palestina harus tetap siaga menghadapi serangan lagi dari Israel, apalagi kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meminta relokasi warga Gaza, antara lain ke Indonesia, menunjukkan tidak adanya itikad baik terhadap perdamaian.

Masyarakat internasional, kata Hamka, tetap harus siaga membantu Palesftina menghadapi serangan baru Israel di masa mendatang. (ratman)

Berita Terkait

Kodim 0317/TBK Terima Kunjungan Kerja Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Ketua Persit KCK PD XIX/Tuanku Tambusai
“Sinergi Forkopimda Karimun Amankan Perayaan Malam Natal 2025 di Wilayah Hukum Polres Karimun”
Patroli Gabungan TNI dan Komponen Pendukung Perkuat Keamanan Wilayah Kodim 0317/TBK
Personel Satgas TMMD ke-126 Awasi Pembukaan Jalan di Desa Tanjung Batu Kecil
Patroli Gabungan TNI-Komponen Pendukung Kodim 0317/TBK Wujudkan Mitigasi Binter dan Kolaborasi Wilayah
Patroli Gabungan TNI dan Komponen Pendukung Wujudkan Sinergitas dan Kamtibmas di Wilayah Kodim 0317/TBK
Peletakan Batu Pertama Koperasi Merah Putih Jadi Tonggak Ekonomi di Kabupaten Karimun.
Kodim 0317/TBK Gelar Penyuluhan Pendidikan di SMPN 2 Buru, Hadirkan Narasumber dari Dinas Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 14:29 WIB

Kodim 0317/TBK Terima Kunjungan Kerja Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Ketua Persit KCK PD XIX/Tuanku Tambusai

Kamis, 25 Desember 2025 - 15:33 WIB

“Sinergi Forkopimda Karimun Amankan Perayaan Malam Natal 2025 di Wilayah Hukum Polres Karimun”

Jumat, 14 November 2025 - 10:24 WIB

Patroli Gabungan TNI dan Komponen Pendukung Perkuat Keamanan Wilayah Kodim 0317/TBK

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:26 WIB

Personel Satgas TMMD ke-126 Awasi Pembukaan Jalan di Desa Tanjung Batu Kecil

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:17 WIB

Patroli Gabungan TNI-Komponen Pendukung Kodim 0317/TBK Wujudkan Mitigasi Binter dan Kolaborasi Wilayah

Berita Terbaru

google.com, pub-9453165706086554, DIRECT, f08c47fec0942fa0