KARIMUN, kabarfaktual.id – PT TIMAH (Persero) Tbk kembali memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Langkah nyata ini dibuktikan dengan peresmian Rumah Batik di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, sebagai wadah kreativitas dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran Rumah Batik ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif, khususnya bagi para perajin batik dan pelaku UMKM di wilayah operasional perusahaan.
Rumah Batik binaan PT TIMAH ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi, tetapi juga dirancang sebagai pusat pembinaan, kolaborasi, dan pemasaran produk. Fasilitas ini menjadi jawaban atas kebutuhan para pelaku usaha kreatif di Pulau Kundur yang mendambakan ruang bersama untuk berkembang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, PT TIMAH telah konsisten membekali masyarakat lokal melalui berbagai pelatihan, salah satunya adalah pelatihan batik ecoprint. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi.
Koordinator Komunitas UMKM dan Kreatif Pulau Kundur, Faridah Hanum, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berkelanjutan dari PT TIMAH. Menurutnya, Rumah Batik ini merupakan tindak lanjut nyata dari aspirasi para pelaku usaha pasca-pelatihan.
“Alhamdulillah, dengan dukungan PT TIMAH, kini sudah ada Rumah Batik yang bisa menjadi tempat berkumpul sekaligus berkarya bagi pelaku UMKM. Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan, tidak berhenti di pelatihan saja,” ujar Faridah.
Saat ini, tercatat sekitar 10 pelaku UMKM di Pulau Kundur telah aktif terlibat dalam kegiatan di Rumah Batik tersebut. Ke depannya, jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap industri kreatif.
Selain fokus pada wastra atau kain batik, tempat ini juga membuka pintu bagi pelaku UMKM di bidang kuliner, kerajinan tangan, hingga inovasi kemasan produk (packaging). PT TIMAH dinilai sangat jeli dalam melihat potensi lokal dan membantu meningkatkan standar kualitas produk agar siap bersaing di pasar nasional.
“PT TIMAH tidak sekadar memberi bantuan, tetapi juga mendorong kami meningkatkan kualitas, mulai dari desain hingga kemasan. Harapannya, UMKM di Kundur bisa benar-benar naik kelas,” tambah Faridah.
Ke depan, Rumah Batik ini diproyeksikan menjadi pusat kolaborasi ekonomi kreatif di Kepulauan Riau (Kepri). Rencana pengembangan mencakup perpaduan motif batik dengan tenun khas daerah, serta menggandeng desainer dan penjahit lokal untuk menciptakan produk fashion yang lebih modern dan kompetitif.
Dengan sinergi antara BUMN dan masyarakat, pengembangan UMKM di Kabupaten Karimun optimis akan terus tumbuh dan menjadi pilar kekuatan ekonomi baru di Bumi Berazam. (*)









