PANGKALPINANG, kabarfaktual.id – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai religius terus diperkuat. Pada momentum Ramadan 1447 Hijriah, emiten berkode TINS ini menyalurkan santunan bagi puluhan santri penghafal Al-Qur’an (Tahfiz) di berbagai wilayah operasional perusahaan.
Penyaluran bantuan ini tersebar merata mulai dari Kabupaten Bangka, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung Timur, hingga wilayah Kundur. Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Safari Ramadan PT TIMAH yang rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk apresiasi bagi mereka yang mendedikasikan diri menjaga kalam ilahi.
Bagi para santri, bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, melainkan bentuk perhatian nyata yang membangkitkan semangat juang dalam menghafal Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rafiz Said Agil (14), santri asal Pulau Kundur, mengaku sangat bersyukur menerima bantuan berupa perlengkapan ibadah dan dana pembinaan.
“Terima kasih PT TIMAH. Peci dan kain sarung ini akan saya gunakan untuk salat dan beraktivitas menghafal Al-Qur’an di pondok. Semoga bantuan ini terus berlanjut agar kami makin semangat belajar,” ujar Rafiz dengan haru.
Kisah inspiratif juga datang dari Fadillah (15), santri Pesantren Ma’had Utsman Bin Affan, Koba. Di usianya yang masih belia, Fadillah telah berhasil menghafal enam juz Al-Qur’an. Ia mengaku bantuan dari PT TIMAH menjadi oase di tengah perjuangannya menjaga hafalan.
”Menghafal itu kadang mudah, kadang sulit. Biasanya satu juz butuh waktu satu bulan. Saya tidak menyangka mendapat bantuan ini, ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk menambah hafalan,” tutur Fadillah.
Senada dengan itu, Fahri Afriansyah (15) dari Desa Selinsing, berencana menggunakan santunan tersebut untuk memenuhi kebutuhan literasi dan alat penunjang belajar lainnya.
Program santunan Tahfiz Al-Qur’an ini membuktikan bahwa PT TIMAH tidak hanya fokus pada operasional pertambangan, tetapi juga menaruh perhatian besar pada investasi spiritual dan pendidikan karakter generasi muda di lingkar tambang.
Melalui dukungan ini, diharapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia untuk membangun daerah di masa depan. (*)









