KARIMUN, kabarfaktual.id – Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMA Cahaya Meral, Sabtu (02/05/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya transformasi pendidikan yang tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter.
Membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Mukti, Bupati menyampaikan bahwa pendidikan harus berlandaskan ketaqwaan dan rasa tanggung jawab untuk mencetak generasi yang unggul.
Sebagai bentuk keseriusan dalam memajukan dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun telah mengalokasikan anggaran melampaui mandat undang-undang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemkab Karimun menganggarkan sekitar 27 persen dari APBD untuk sektor pendidikan. Alokasi ini mencakup belanja rutin pegawai, gaji, tunjangan, hingga operasional pembangunan infrastruktur pendidikan,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Ia menegaskan ada tiga unsur utama yang harus terus ditingkatkan kualitasnya: Kualitas Guru, Kualitas Sarana Prasarana, dan Kualitas Murid. Bupati juga memberikan instruksi tegas agar tidak ada lagi anak di Karimun yang putus sekolah karena kendala biaya.
Bupati mengakui bahwa saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karimun masih berada di bawah Batam, Tanjungpinang, Bintan, dan Natuna. Oleh karena itu, percepatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

“Target kita, dalam lima tahun ke depan, minimal Karimun harus berada di posisi keempat. Pendidikan adalah investasi masa depan untuk mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing,” tambahnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Karimun akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Bupati mengungkapkan temuan bahwa masih terdapat ketimpangan fasilitas pendidikan di lapangan.
“Hasil evaluasi menunjukkan masih ada 5 sekolah di Kabupaten Karimun yang menerapkan sistem 3 shift dan masuk 6 hari kerja, sementara sekolah lain sudah 5 hari. Untuk jenjang SMP relatif tidak ada masalah,” jelasnya.
Menyikapi hal ini, Pemkab akan merancang keseimbangan antara jumlah murid dengan kebutuhan Ruang Kelas Baru (RKB). Langkah strategis yang akan diambil adalah membangun sekolah baru secara proporsional agar proses belajar mengajar berjalan lebih efektif dan nyaman. (RC)






