KARIMUN, kabarfaktual.id – Rencana relokasi pedagang sore Pasar Puan Maimun ke Blok D memasuki babak krusial. Ketua Komisi II DPRD Karimun, Rodiansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pasar guna memastikan kesiapan dan mendengarkan langsung keluhan para pedagang, Rabu (1/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Rodiansyah didampingi Anggota DPRD Alloysius, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya H.M. Mahsun, serta Kapolsek Balai AKP Andri.
Rodiansyah menegaskan bahwa pihaknya telah mencatat seluruh rekomendasi dan harapan para pedagang sore. Menurutnya, legislatif akan segera meneruskan aspirasi tersebut kepada Bupati Karimun selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua aspirasi sudah kami catat. Keputusan akhir tetap ada di tangan Bapak Bupati selaku KPM. Nanti malam pedagang akan diterima langsung oleh beliau, jadi silakan sampaikan apa yang menjadi harapan bapak ibu semua di sana,” ujar Rodiansyah.

Ia berharap pertemuan tersebut melahirkan solusi terbaik agar Pasar Puan Maimun menjadi tempat yang nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Di tempat yang sama, Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya, H.M. Mahsun, memastikan jadwal relokasi tetap berjalan sesuai rencana, yakni pada 11 April 2026 mendatang.
Persiapan sarana prasarana serta pencabutan undian lapak baru akan segera digesa. Mahsun meminta pedagang untuk mulai berkemas pada 10 April agar lokasi saat ini sudah dalam kondisi steril di hari H relokasi.
“Kami akan akomodir total 82 pedagang. Ini terdiri dari 18 pedagang asal Jalan Haji Arab, 18 pedagang baru, dan 46 pedagang sayur yang juga berjualan saat pagi hari. Kami tidak mungkin mematikan mata pencaharian mereka,” tegas Mahsun.
Menyikapi kemungkinan adanya pedagang yang enggan pindah, Mahsun menyatakan akan terus berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa jabatan Direktur bukan pemegang hak mutlak dalam pengambilan kebijakan besar ini.
“Kami diamanahkan oleh Perda. Ada Dewan Pengawas dan KPM (Bupati Karimun) yang memberikan arahan. Saya tidak bisa memutuskan sendiri. Semua proses dan keputusan akhir ada di tangan Bupati Karimun,” tutupnya.
Pertemuan antara perwakilan pedagang sore dan Bupati Karimun nanti malam diprediksi akan menjadi penentu apakah relokasi pada 11 April mendatang akan berjalan mulus atau ada kebijakan baru yang akan diambil. (RC)









